Langit masih saja mendung
hati masih meringkuk murung.
Kalau waktu bisa aku mainkan
kita akan berputar-putar mempermainkannya
tak ada kata terlambat
tak ada waktu yang tak tepat.
Minggu pagi aku ke gereja
memanjatkan doa pada Yang Kuasa
mengenai dirimu, yang orang bilang tak pernah tepat
mengenai dirimu, yang kudatangi selalu terlambat.
Waktu bukanlah mainan
begitu juga dengan cinta, bukanlah permainan.
Tapi...
Bukankah kita bisa memulainya kembali dari awal?
Lalu menepatkan waktu
menepatkan rasa
dan, menepatkan kita.
No comments:
Post a Comment