Aku tau, kau tak
perlu kutemani
Jalan panjang
pukul satu dini hari
Adalah cangkir
kopimu yang kesekian kali
Dan sekali lagi,
kau tak perlu kutemani
Segaris matamu
itu,
Lebih tabah dari
punyaku yang sebesar bola pingpong.
Bisa jadi kau
adalah sosok yang diceritakan oleh Sapardi,
Yang tak jengah
menghitung jemari seorang diri.
Suatu ketika, kau
mengajak aku untuk minum kopi.
Seperti biasa,
kau tak perlu kutemani.
Kau memilih kopi
seorang diri.
Menubruk kopi
seorang diri.
Menyeduh kopi pun
juga seorang diri.
Dan hanya kau
seorang diri, meminum kopi yang berasa pahit.
Kau melukis rumah
dalam cangkir kopimu.
Jika kau punya
rumah tapi tak ada pulang di dalamnya,
Aku punya
laut-laut yang berombakkan pulang di tepinya.
Malam makin
mengantuk.
Matamu pun hampir mengatup.
Pada tegukanmu
yang terakhir, kau melempar tanya padaku,
“Bolehkah aku,
meminum luka pada secangkir kopimu?”
No comments:
Post a Comment