Saturday, 7 July 2018

Terima Kasih

Aku paling sering terjaga melewati tengah malam. Sulit kemudian  menentukan hari apa saat ini, atau besok hari apa. Aku suka untuk tidak menentukan waktu, untuk tidak membaca yang kudengar, untuk merekam yang kulihat.

Karena pada dasarnya, tidak perlu alasan untuk tidak bahagia. Sementara, banyak alasan untuk kita bisa bahagia. Sialnya, satu pun aku belum punya. Hobiku memang sok cari perhatian.

Menonton film yang menguatkan diriku, memang seharusnya tidak usah merepotkan orang lain. Walau ketika tidak merepotkan orang lain, kau tidak menemukan yang kau cari. Menghapus kembali pesan yang sudah kuketik, dan berkata temukan bahagiamu. Berbisik dalam hati, bahagiaku nanti gampang.

Aku ingin pulang ke Jogja. Tidur di kasur kamarku. Melihat jendela kamarku yang langsung tembus ke langit. Menghabiskan waktu untuk tidak melakukan apapun, tanpa besok harus melakukan semuanya. Atau menghabiskan waktu dengan melakukan semuanya hari ini.

Bukan perihal Baron atau Sanur. Semua pantai ada di kedua mata orang yang kau ajak. Jarak hanya sebatas kedua tanganmu dengan pinggangku. Lagipula aku suka untuk tidak menentukan waktu. Waktu tidak akan pernah cukup. Tapi waktu juga tidak akan pernah habis..

Jam 02.15 aku menulis ini. Nanti pagi harus pergi ke Jakarta. Pada putaran ke empat lagu Kodaline berjudul High Hopes, aku mengucapkan terima kasih.

No comments:

Post a Comment