dalam sebuah bingkai ia tersenyum kepadaku
entah karena bahagia atau lara yang begitu kental
rambutnya ia gerai hingga melebihi bahu
wajahnya ia miringkan sedikit ke arah kiri
dalam kebisuan ia menitipkan pesan
entah itu nyata atau khayal belaka
kutilik langit sore kala itu
senja mulai menggeliat
beradu dengan petang yang mulai mendekap
semburat jingganya mulai tertutup dengan pekatnya gelap malam
di ufuk barat ia semaikan pesan itu
aku tersenyum lalu berucap
aku merindukanmu.....
wanita dalam bingkai masa depan
No comments:
Post a Comment