Sunday, 25 January 2015

Jembatan Gantung Istimewa dari Imogiri



"Usaha-usaha dan jerih payah kita akan menjadi jembatan dan doa-doa kita akan menjadi tiang-tiang serta tali pancangnya yang menjadikannya kuat, sehingga ketika kita berjalan meraih mimpi dan angan kita, kita tak akan jatuh dan hanyut tenggelam" - yos





TRIP TO PANGGANG PART 1 : Jembatan Gantung Imogiri



Hai Men! Sudah beberapa waktu ya kita tidak membuat post mengenai field report jalan-jalan kita, benar kan Yos? heheheheee..

Nah, jadi singkat cerita, kita kemarin jalan-jalan seperti biasa dengan Jalu dan Gitong ke Kecamatan Panggang dengan tujuan Laut Bekah dan Kesirat. Kita memilih jalur melewati jalan Imogiri nih. Jadi dari ring road Terminal Giwangan itu tinggal lurus terus ke selatan dan ikuti jalan menuju Kebun Buah Mangunan. Tapi sebelum sampai ke Kebun Buah Mangunan kita berbelok ke kanan dan mengambil jalan melewati pedesaan dan sampailah di jembatan gantung ini. Jika teman-teman tersesat bisa langsung bertanya pada warga sekitar, karena Gitong yang menjadi pioner tempat-tempat tersembunyi yang asoy pun pada awalnya juga rajin bertanya kepada warga sekitar mengenai keberadaan jembatan ini.

Ketika dalam perjalanan kalian pasti akan terkesima dengan pemandangan yang ada. Bentangan sawah dan jajaran pegunungan yang menjulang tinggi akan menjadi keindahan tersendiri di perjalanan teman-teman menuju jembatan gantung imogiri ini.







Setelah berjalan sekitar 1 jam, kita sampai juga nih di Jembatan Imogiri. Jembatan Imogiri ini sendiri lebih sering disebut sebagai Jembatan Selopamioro karena memisahkan antara dua desa yaitu Desa Selopamioro dan Desa Sriharjo.






Jembatan yang panjangnya mencapai 70 meter ini hanya bisa dilewati satu arah saja oleh sepeda motor teman-teman, lebarnya yang tidak lebih dari dua meter ini menjadi penyebabnya. Oleh karena itu biasanya para pengendara motor yang berlawanan arah akan saling bergantian dalam menyeberang.







Tapi berhubung kita ke sininya pas musim hujan nih, air Kali Oya ini jadi keruh men! Akan jauh lebih yoi ketika teman-teman kesini musim kemarau. Memang sih bakal panas sekali, tapi air Kali Oya biasanya akan jernih pada musim kemarau :)

Oh iya, jangan lupa, biasanya teman-teman akan ditarik retribusi untuk parkir sebanyak 2 ribu rupiah...

Setelah kita puas jepret sana sini dan ngarasin gimana goyangannya Jembatan Selopamioro ini, kita langsung cus lanjut deh buat ke Panggang. Dalam perjalanan pun kita masih disuguhi indahnya tebing-tebing batu yang ada di samping kita! 










So jangan males-males buat main ke sini Friends! Nah terus ikutin field report kita ya, karena habis ini, kita bakal posting lanjutan dari Trip to Panggang kita! Sampai jumpa di part kedua ya men!

No comments:

Post a Comment