Lewat 22 tahun usiamu,
kau mulai menemukan mana arah arusmu,
mata anginmu.
Tak melulu berhulu dari buku-buku kuliahmu,
bahkan bisa jadi melawan prolog tulisanmu sendiri.
Mencari akan siap dengan lelah.
Tapi mungkin, menemukan adalah lain cerita.
Jangan buru-buru meneropong puncak.
Puncak tak selalu tinggi.
Bahkan memang tak pernah tinggi.
Tapi ia dalam,
dalam sekali.
Suatu partikel, atau bahkan entitas yang paling dalam,
yang paling bening,
yang pertama kali kau rasa,
dari kecup ibumu.
Tatkala kau merengek,
akibat keluar ke sebuah dunia yang kau tau antah berantah.
No comments:
Post a Comment