Saturday, 11 March 2017

Sky Sucahyo - Dudih Amir Zuhud

the only one you can blame is....









yourself.

Wednesday, 1 March 2017

Epilog?

Beberapa waktu telah berlalu, semenjak ia banyak berpikir mengenai jarak yang tetiba muncul. Selat yang bermetamorfosa menjadi lautan yang tak ia lihat tepinya. Ia putuskan untuk kembali menulis. Meski ia sendiri tak yakin, kau masih ingat gang kecil diantara lika-liku ibukota kaca yang banyak cabangnya ini.

Seperti kebanyakan penulis amatir, ia menulis ketika baik menjadi jauh, dan kacau adalah rekannya setiap waktu. Ia sudah tak punya rokok. Masih ia yakini, berhenti beli batangan seharga 1500 rupiah dan menghisapnya dalam-dalam adalah cara untuk membuatmu mau menerimanya di rumah. Tapi entah kapan itu akan kesampaian.

Waktu-waktu ini ia banyak membaca akhir. Website sumber uangnya akan tutup bulan depan. Ia kembali jadi pecandu senja yang notabennya cuma akhir dari hari. Tapi ya memang untuk senja sudah tak lagi sama semenjak kalian melancong ke laut bertiga dengan hujan. Mungkin ada benarnya perkataan Dea Anugrah di bukunya, yang melihat senja lebih dari sekedar warna langit merah temaram punya masalah serius di otaknya.

Tak beberapa lama lagi ia akan menemuimu, bisa jadi untuk yang terakhir kali. Tentu kau paham betul mengenai bakul-bakul yang ada di kedua bahunya. Bukan tidak mungkin suatu malam ia akan mengetok rumah kacamu dan minta ditemani seperti dahulu. Namun pertanyaannya, apakah iya kau masih mau menemani?


Friday, 17 February 2017

In 23.

Sometimes, you can't over someone.
In your case, you can't to be honest to yourself.
You just bury all the thing that you really want to.
You enjoyed your lost.

Tuesday, 14 February 2017

Rumah - Sebuah Visualisasi Puisi




"Bagi kami, rumah tak cuma tembok kokoh tetapi dingin. Rumah lebih kepada apapun yang menerima kami pulang apa adanya."


 Bertepatan dengan Hari Kasih Sayang, akhirnya kami bisa mengunggah video pertama kami. Sebuah sudut pandang lain dari realita kasih dan sayang. 

Kami tahu betul ada beberapa kesalahan dan kekurangan dalam penggarapan video ini. Oleh karena hal tersebut kami memohon maaf sebesar-besarnya. Untuk video selanjutnya, kami akan berusaha lebih teliti dan tidak deadliner seperti kali ini. Atas dukungannya kami mengucapkan terima kasih.

Hujan Mulai Kering

Setelah larut dalam hujan yang tak henti, kemarin sore ia melihat senja kemerahan untuk pertama kali. Dalam kedalaman lamunnya, akan ada yang berganti. Musim akan terus berjalan, dan kita harus mulai terbiasa bahwa ia bisa tinggal sejenak atau bahkan membuat jas hujan kita menjadi apek dan bau karena tak ada waktu menjemurnya.

Jika manusia sama seperti musim yang terus berjalan datang dan pergi, ia pun ingin membawa apa yang begitu ia cintai. Meskipun kata orang dijauh sana mencinta itu klise dan separuhnya adalah ketidakpastian. Ia tahu betul bahwa lebih baik hidup dalam ketidakpastian daripada kepastianmu adalah mati tiap malam dan keesokan harinya kau harus berpura-pura kembali hidup. Padahal dari sekian cara untuk mati melanjutkan hidup adalah yang terburuk, bukan begitu Mas Dea?

Sebelum musim hujan ini benar-benar usai, ia ingin mengajakmu kembali pada sebuah perjalanan jauh yang membuatmu takut untuk pulang. Ia melihatmu dengan jaket jeans yang mantap memelukmu. Ketahuilah, kamu akan menjadi judul buku pertamanya. Namamu adalah satu dari beberapa orang yang membuatnya begitu keras kepala mengenai malam-malam yang terpotong akibat angannya ingin mempunyai pustaka sendiri.

Saturday, 4 February 2017

Jakarta

Aku rasa, Jakarta tak akan pernah kehabisan akal untuk menarik diri saya berlama-lama di sana. Sepertiga masa SMA setidaknya dihiasi oleh bayang-bayang tinggal di Jakarta. Sesekali mampir Pamulang, melebur aspal untuk waktu, biar berjalan lebih lama.

Kuliah sama saja. Pergi ke Jakarta lagi. Jalan ke tempat Efek Rumah Kaca pernah rekaman. Lalu melenceng sedikit mampir ke Bekasi. Membaca Sapardi yang telah membunuh dirinya sendiri pada buku yang aku baca.

Lulus ujian skripsi, Jakarta makin ngawur! Baru sore ini Jakarta mengirim kartu AS nya langsung ke rumah. Setahun terakhir aku mencari, diantar langsung ke depan mata. Mimpi apa aku semalam? Sialnya, kutinggal mandi ia sudah pergi. Jakarta memang terlalu anjing!

Monday, 23 January 2017

Malam Sudah Habis

Lagipula tidak ada seorang pun yang tertarik dengan susah, katanya kepada bayangan dirinya di dalam cermin. Sembari menahan sembap matanya yang hampir tumpah, ia ambil kunci motor dan pergi berkelana. Perayaan cekik hidupnya dihelat kembali.


Ini adalah perjalanan sakitnya yang kesekian kali. Bukannya semakin membuatnya baik, ia justru mulai mengamini bahwa benar-benar seorang diri.

***

Dalam tulisannya kali ini, ia sadar betul ada yang telah pergi. Lain sisi, ada juga yang berbohong kembali. Sementara di balik pintu kamarnya, banyak yang sebentar lagi akan jadi bakul di kedua bahunya. Sekali lagi, ia seorang diri.

***

ERK sudah diputarnya berulang kali. Tak ada yang pasti linier, ia pun tak seharusnya tersier. Pulang hanyalah klise. Singgah dia pada spasi-spasi tulisan yang kau unggah siang tadi. Pelan-pelan ia mulai menyerah merindukan rumah.